Apa Perbedaan Surety dan Guarantee? Pengertian, Fungsi, dan Contohnya
Apakah surety dan guarantee itu sama? Tidak selalu. Keduanya sama-sama berkaitan dengan pemberian jaminan atas kewajiban pihak lain, tetapi surety dan guarantee memiliki karakteristik, struktur hubungan hukum, serta penerapan yang dapat berbeda, tergantung pada kontrak dan hukum yang berlaku.

Dalam dunia bisnis, konstruksi, pembiayaan, perdagangan, dan pengadaan, istilah surety, surety bond, guarantee, dan bank guarantee sering digunakan secara bergantian. Padahal, memahami perbedaannya penting sebelum perusahaan memilih instrumen jaminan.
Artikel ini membahas pengertian surety dan guarantee, pihak-pihak yang terlibat, cara kerja, perbedaan keduanya, contoh penggunaannya, serta hubungan antara surety bond dan bank guarantee.
Apakah Surety dan Guarantee Itu Sama?
Secara umum, surety dan guarantee sama-sama bertujuan memberikan perlindungan kepada pihak yang memiliki risiko apabila pihak yang berkewajiban tidak memenuhi kewajibannya.
Namun, keduanya tidak otomatis identik.
Dalam konteks kontrak, istilah surety biasanya merujuk pada pihak yang memberikan jaminan atas kewajiban principal. Sementara guarantee dapat merujuk pada janji atau komitmen penjamin untuk memenuhi kewajiban pihak lain apabila kondisi yang ditentukan dalam perjanjian terjadi.
Karakteristik dan akibat hukumnya sangat bergantung pada isi perjanjian, jenis instrumen, serta hukum yang berlaku.
Karena itu, tidak tepat jika semua bentuk guarantee disebut surety atau semua surety dianggap sama dengan bank guarantee.
Apa Itu Surety?
Surety adalah pihak yang memberikan jaminan atas kewajiban pihak lain, yang dalam konteks surety bond biasanya disebut sebagai principal.
Pihak yang menerima manfaat atau perlindungan dari jaminan disebut obligee.
Secara sederhana, struktur hubungan tersebut dapat digambarkan sebagai:
Principal → pihak yang memiliki kewajiban
Obligee → pihak yang menerima jaminan
Surety → pihak yang memberikan jaminan
Contohnya dalam proyek konstruksi, kontraktor bertindak sebagai principal dan pemilik proyek sebagai obligee. Apabila kontrak mensyaratkan surety bond, perusahaan surety dapat memberikan jaminan kepada pemilik proyek sesuai ketentuan dalam bond.
Jika terjadi wanprestasi atau kondisi lain yang tercakup dalam jaminan, obligee dapat mengajukan klaim sesuai prosedur dan persyaratan yang berlaku.
Apa Itu Surety Bond?
Surety bond adalah instrumen jaminan yang digunakan untuk menjamin pelaksanaan kewajiban tertentu dari principal kepada obligee.
Surety bond banyak ditemukan dalam:
- proyek konstruksi;
- pengadaan barang dan jasa;
- proyek infrastruktur;
- kontrak pekerjaan;
- kewajiban pelaksanaan kontrak;
- kebutuhan jaminan tender;
- jaminan uang muka.
Beberapa jenis surety bond yang umum dikenal antara lain bid bond, performance bond, dan advance payment bond.
1. Bid Bond
Bid bond atau jaminan penawaran digunakan dalam proses tender atau pengadaan untuk memberikan perlindungan apabila peserta tender yang memenangkan proses tidak memenuhi komitmen yang telah ditentukan.
2. Performance Bond
Performance bond atau jaminan pelaksanaan berkaitan dengan pelaksanaan kewajiban kontraktual.
Contohnya, kontraktor diwajibkan menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Jaminan pelaksanaan memberikan perlindungan kepada obligee sesuai syarat dan ketentuan bond.
3. Advance Payment Bond
Advance payment bond atau jaminan uang muka digunakan ketika pemilik proyek memberikan pembayaran uang muka kepada kontraktor.
Jaminan tersebut memberikan perlindungan terhadap risiko yang berkaitan dengan penggunaan atau pengembalian uang muka sesuai ketentuan kontrak.
Apa Itu Guarantee?
Guarantee pada dasarnya merupakan komitmen atau janji dari seorang penjamin (guarantor) untuk menjamin kewajiban pihak lain, yang biasanya disebut sebagai debitur atau pihak yang dijamin.
Dalam praktik bisnis, guarantee dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, misalnya:
- menjamin pembayaran;
- menjamin kewajiban kontraktual;
- menjamin kewajiban utang;
- menjamin kewajiban perusahaan;
- mendukung transaksi perdagangan.
Karena istilah guarantee memiliki penggunaan yang luas, cara kerja dan tanggung jawab guarantor harus dilihat berdasarkan dokumen guarantee yang dibuat.
Dengan demikian, jangan menyimpulkan tanggung jawab guarantor hanya berdasarkan nama instrumennya.
Bagaimana Cara Kerja Guarantee?
Contoh sederhana:
Sebuah perusahaan memiliki kewajiban pembayaran kepada pihak lain. Untuk meningkatkan kepercayaan kreditur, pihak ketiga memberikan guarantee.
Jika perusahaan tersebut gagal memenuhi kewajibannya dan kondisi dalam perjanjian guarantee terpenuhi, pihak penerima jaminan dapat menggunakan haknya berdasarkan guarantee tersebut.
Besarnya tanggung jawab, prosedur klaim, jangka waktu, dan kondisi pembayaran bergantung pada isi perjanjian guarantee.
Inilah sebabnya perusahaan perlu membaca dokumen jaminan secara detail sebelum menandatangani kontrak.
Perbedaan Surety dan Guarantee
Berikut perbandingan sederhananya:
| Aspek | Surety | Guarantee |
|---|---|---|
| Pengertian | Pihak yang memberikan jaminan dalam hubungan surety | Komitmen penjamin terhadap kewajiban pihak lain |
| Pihak terkait | Principal, obligee, dan surety | Pihak yang dijamin, penerima jaminan, dan guarantor |
| Penggunaan | Banyak digunakan pada kontrak dan proyek | Digunakan pada berbagai transaksi dan kewajiban |
| Contoh | Surety bond | Payment guarantee atau corporate guarantee |
| Kewajiban penjamin | Mengikuti ketentuan bond dan hukum yang berlaku | Mengikuti ketentuan guarantee dan hukum yang berlaku |
| Klaim | Berdasarkan persyaratan dan prosedur bond | Berdasarkan syarat yang tercantum dalam guarantee |
| Bentuk | Dapat berupa surety bond | Dapat berupa berbagai bentuk guarantee |
Perlu diperhatikan bahwa tabel tersebut merupakan gambaran umum. Konsekuensi hukum tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan istilah surety atau guarantee, karena isi kontrak dan hukum yang berlaku tetap menjadi dasar utama.
Surety Bond vs Bank Guarantee, Apakah Sama?
Surety bond dan bank guarantee bukan otomatis instrumen yang sama.
Keduanya memang dapat digunakan untuk memberikan perlindungan terhadap risiko kegagalan memenuhi kewajiban, tetapi penerbit, mekanisme, persyaratan, dan karakteristik hukumnya dapat berbeda.
Pada surety bond, pihak surety memberikan jaminan berdasarkan ketentuan bond.
Sementara bank guarantee merupakan jaminan yang diterbitkan oleh bank berdasarkan permintaan nasabahnya kepada pihak penerima jaminan.
Karena perbedaan tersebut, perusahaan sebaiknya tidak memilih instrumen hanya berdasarkan istilah atau kebiasaan proyek.
Hal yang perlu diperiksa antara lain:
- siapa penerbit jaminan;
- siapa penerima jaminan;
- kewajiban yang dijamin;
- nilai jaminan;
- masa berlaku;
- persyaratan klaim;
- mekanisme pembayaran klaim;
- ketentuan kontrak utama;
- hukum yang berlaku.
Contoh Surety dalam Proyek Konstruksi
Misalnya PT A memenangkan pekerjaan konstruksi dari PT B.
Dalam kontrak, PT B meminta jaminan pelaksanaan sebagai salah satu persyaratan.
PT A kemudian menggunakan instrumen surety bond dari perusahaan surety.
Dalam struktur tersebut:
- PT A = Principal
- PT B = Obligee
- Perusahaan surety = Surety
Apabila terjadi kondisi yang dijamin oleh bond, PT B dapat mengajukan klaim sesuai ketentuan yang berlaku.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah surety tidak serta-merta berarti semua kerugian kontraktor akan ditanggung tanpa batas. Tanggung jawab surety ditentukan oleh dokumen jaminan, nilai jaminan, kondisi klaim, dan ketentuan hukum yang berlaku.
Contoh Guarantee dalam Transaksi Bisnis
Misalnya perusahaan A mendapatkan fasilitas pembiayaan atau memiliki kewajiban pembayaran kepada perusahaan B.
Untuk meningkatkan keyakinan perusahaan B, pihak lain memberikan guarantee atas kewajiban perusahaan A.
Jika perusahaan A gagal memenuhi kewajibannya dan persyaratan dalam guarantee terpenuhi, perusahaan B dapat menggunakan haknya berdasarkan dokumen guarantee.
Dalam praktik, bentuk guarantee dapat berbeda-beda sehingga dokumen jaminan harus diperiksa secara spesifik.
Kapan Perusahaan Membutuhkan Surety?
Surety dapat relevan ketika perusahaan membutuhkan jaminan dalam suatu hubungan kontraktual, khususnya ketika kontrak mensyaratkan adanya jaminan.
Contohnya:
- mengikuti tender;
- mendapatkan pekerjaan konstruksi;
- memenuhi persyaratan jaminan pelaksanaan;
- memperoleh pembayaran uang muka;
- memenuhi persyaratan kontrak proyek;
- mengikuti pengadaan barang dan jasa.
Sebelum mengajukan surety bond, perusahaan perlu memastikan bahwa persyaratan kontrak dan dokumen proyek sudah sesuai.
Kapan Guarantee Dibutuhkan?
Guarantee dapat digunakan ketika suatu transaksi membutuhkan pihak ketiga yang memberikan komitmen atas kewajiban pihak tertentu.
Contohnya:
- transaksi perdagangan;
- pembiayaan;
- pembayaran;
- kewajiban kontraktual;
- transaksi perusahaan;
- kebutuhan jaminan dalam hubungan bisnis.
Jenis guarantee yang diperlukan harus disesuaikan dengan risiko dan kewajiban yang ingin dijamin.
Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Surety atau Guarantee?
Jangan hanya melihat harga penerbitan jaminan.
Perusahaan sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut.
1. Jenis Kewajiban yang Dijamin
Pastikan instrumen benar-benar sesuai dengan kewajiban yang tercantum dalam kontrak.
2. Nilai Jaminan
Periksa nilai jaminan dan pastikan sesuai dengan persyaratan pihak penerima.
3. Masa Berlaku
Perhatikan tanggal mulai dan berakhirnya jaminan. Jangan sampai masa berlaku tidak memenuhi kebutuhan kontrak.
4. Syarat Klaim
Pahami bagaimana klaim dapat diajukan, dokumen apa yang diperlukan, dan kondisi apa yang dapat menyebabkan klaim diterima atau ditolak.
5. Penerbit Jaminan
Periksa legalitas, kredibilitas, kapasitas, dan kewenangan penerbit instrumen jaminan.
6. Isi Kontrak
Jangan hanya membaca dokumen jaminan. Bandingkan dengan kontrak utama agar tidak terjadi ketidaksesuaian.
7. Hukum yang Berlaku
Untuk transaksi bernilai besar atau kompleks, perusahaan sebaiknya memperoleh pendapat profesional agar memahami konsekuensi hukum dari instrumen yang digunakan.
Kesalahan Umum Saat Memahami Surety dan Guarantee
Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi.
Pertama, menganggap semua guarantee sama.
Padahal guarantee dapat memiliki bentuk dan mekanisme berbeda.
Kedua, menganggap surety sama dengan bank guarantee.
Keduanya dapat mempunyai fungsi perlindungan yang serupa, tetapi tidak otomatis identik.
Ketiga, hanya memperhatikan nilai jaminan.
Syarat klaim, masa berlaku, dan ketentuan kontrak juga sangat penting.
Keempat, mengabaikan pihak-pihak dalam kontrak.
Memahami principal, obligee, surety, dan guarantor membantu perusahaan memahami posisi masing-masing pihak.
Kelima, memilih jaminan hanya berdasarkan biaya.
Instrumen dengan biaya lebih rendah belum tentu paling sesuai dengan kebutuhan kontrak.
FAQ Surety dan Guarantee
1. Apakah surety dan guarantee sama?
Tidak selalu. Keduanya sama-sama berkaitan dengan jaminan kewajiban pihak lain, tetapi struktur, mekanisme, dan konsekuensi hukumnya dapat berbeda.
2. Apa itu surety?
Surety adalah pihak yang memberikan jaminan atas kewajiban principal kepada obligee dalam hubungan surety.
3. Apa itu surety bond?
Surety bond merupakan instrumen jaminan yang digunakan untuk menjamin kewajiban tertentu dari principal kepada obligee sesuai syarat bond.
4. Apa itu guarantee?
Guarantee merupakan komitmen dari guarantor untuk menjamin kewajiban pihak lain berdasarkan persyaratan yang ditentukan dalam perjanjian.
5. Apakah bank guarantee sama dengan surety bond?
Tidak otomatis. Bank guarantee dan surety bond merupakan instrumen yang berbeda, meskipun keduanya dapat digunakan untuk memberikan perlindungan atas risiko kegagalan memenuhi kewajiban.
6. Apa contoh surety bond?
Contohnya antara lain bid bond, performance bond, dan advance payment bond.
7. Siapa saja pihak dalam surety bond?
Pada umumnya terdapat principal sebagai pihak yang memiliki kewajiban, obligee sebagai penerima jaminan, dan surety sebagai pihak yang memberikan jaminan.
Surety dan guarantee sama-sama berkaitan dengan jaminan terhadap kewajiban pihak lain, tetapi keduanya tidak dapat dianggap selalu sama. Perbedaan perlu dilihat dari struktur hubungan para pihak, jenis instrumen, isi dokumen, mekanisme klaim, dan hukum yang berlaku.
Dalam proyek konstruksi dan pengadaan, surety bond dapat digunakan untuk memberikan jaminan atas kewajiban tertentu seperti penawaran, pelaksanaan pekerjaan, atau uang muka. Sementara guarantee dapat digunakan dalam berbagai transaksi bisnis, termasuk kewajiban pembayaran dan kontraktual.
Begitu juga dengan bank guarantee. Instrumen ini memiliki karakteristik tersendiri dan tidak tepat jika otomatis disamakan dengan surety bond.
Karena setiap kontrak memiliki kebutuhan yang berbeda, perusahaan sebaiknya memilih instrumen jaminan berdasarkan jenis risiko, kewajiban yang dijamin, nilai jaminan, masa berlaku, persyaratan klaim, serta ketentuan kontrak.
Butuh Konsultasi Jaminan untuk Kebutuhan Bisnis?
PT. Mitra Jasa Insurance dapat menjadi pilihan untuk membantu perusahaan memahami kebutuhan jaminan sesuai jenis proyek dan transaksi yang dijalankan.
Catatan: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif. Penerapan dan konsekuensi hukum surety atau guarantee dapat berbeda berdasarkan dokumen kontrak dan hukum yang berlaku. Untuk transaksi bernilai besar atau kompleks, lakukan pemeriksaan dokumen dan konsultasi dengan profesional yang kompeten.
KONSULTASI SEKARANG!!
PT.MITRA JASA INSURANCE
GEDUNG EPIWALK LT.5 UNIT B 547-548 KOMPLEK RASUNA EPICENTRUM ,JL.HR RASUNA SAID RT.002 RW.005 KARET KUNINGAN SETIA
Email : Siratbms90@gmail.com
Hubungi VIA WA 081293855599
